Analisis Kasus Dalam Kajian Teori Boundary Spanning


BAB I
PENDAHULUAN
1.1             Deskripsi Studi Kasus dan Kronologi


Dikutip dari portal berita Kompas.com, seorang pramugari  bernama Michelle Merry Loisa (28) ditangkap oleh jajaran polsek Kuta di Kamar kosnya di kawasan Kuta, Bali. Pramugari dari maskapai Garuda Indonesia ini ditangkap bersama tiga pelaku lainnya. Kaplsek Kuta I Nyoman Wirajaya mengatakan bahwa barang bukti berupa sabu ditemukan ditempel di hiasan pintu seperti gorden. Michelle juga mengkonsumsi kokain dan satu strip 4 butir dumolid. Michelle disangkalkan Pasal 112 ayat (2) dan atau Pasal 127 UU No. 35 tahun 2009.


Gambar 1. Sumber Fajar.co.id
Dilansir dari Sindonews, Michelle tertangkap pada 24 februari 2018, ditangkap setelah penangkapan tersangka sebelumnya berinisial FHM atau Fuad. Dimana Fuad saat ini berpacaran dengan pramugari tersebut. Pelaku ditangkap setelah adanya laporan dari masyarakat. Michelle yang berprofesi sebagai Pramugari Maskapai Penerbangan Nasional Garuda Indonesia ini  harus mengakhiri karier setelah dibekuk oleh Kapolsek Kuta Bali. Pramugari ini bertugas untuk penerbangan internasional dan domestik.  Selain Michelle dan Fuad, Kapolsek Kuta juga menangkap pria berinisial DSB (37) dan tersangka terakhir berinsial BNY (41).
Berikut detail kronologinya. Dari penangkapan tersangka FHM, tim melakukan pengembangan terhadap tersangka dengan berpura-pura memesan beberapa paket kokain dan janji bertemu di Jalan Saraswati, Kuta. Barang yang diamankan berupa uang 20 Juta dan empat buah paket kokain.

1.2  Permasalahan
Selain narkoba adalah barang yang dilarang di Indonesia, permasalahan lain  yang muncul dari studi kasus ini adalah tersangka adala­h pramugari Maskapai Penerbangan Nasional. Hal tersebut adalah berita yang menjual bagi pihak media, dengan mencatut nama Pramugari Garuda Indonesia maka ada nilai jual tersendiri yang menarik dari berita tersebut. Namun berbeda dengan pihak Garuda Indonesia, berita tersebut menjadi hal yang dapat meperburuk citra perusahaan tersebut. Dalam kasus ini seorang Public Relations haruslah memahami bahwa pemberitaan media adalah usaha konstruksi realitas. Terlebih dalam pemberitaan krisis perusahaan (Regester, Michael & Judy Larkin, 2008:19) tak jarang media menuliskan hal buruk mengenai perusahaan.





BAB II
PEMBAHASAN

2.1             Boundary Spanning
Ruslan (2010) dalam tulisannya menjelaskan mengenai fuyngsi public relations sebafai Boudary spanning dalam suyatu organisasi sebagai berikut :
“Suatu manajemen memerlukan informasi lebih akurat dan tepatsebelum membuat sebuah kebijakan atau keputusan. Kebutuhan informasi prioritas dan terkini secara terus menerus yang biasanya telah dipersiapkan oleh boundary spanner (pihak penyedia atau penghubung, perantara). Boundary spanner diharapkan memiliki kemampuan untuk berinteraksi dengan lingkungan internal dan eksternal organisasi. Hal itu dapat diwujudkan dengan menunujuk praktisi public relations yang memiliki kemampuan menjambatani kepentingan pihak manajemen puncak dalam pengambilan keputusan. Selain itu juga diharapkan memiliki kemampuan untuk mengakse sinformasi atau menyalurkan aspirasi, serta keinginan-keinginan dari publiknya.”
Aktivitas dalam sebuah organisasi yang menerapkan sistem boundary spanning adalah organisasi bersifat terbuka. Dalam hal ini public relations menjadi jembatan informasi antara pihak organisasi dengan publiknya baik itu internal maupun eksternal dan juga sebaliknya. Kegiatan ini dilakukan agar tidak terjadi kesalahpahaman antar kedua pihak tersebut. tujuan dari boundary spanning adalah sistem komunikasi dya arah antara organisasi dengan publiknya. Oleh sebab itu, seorang public relations tidak hanya harus mampu menyampaikan itikad dari organisasi kepada publik tapi juga kemauan publik yang harus disampaikan juga kepada organisasi tersebut. public relations disini berfungsi membangun komunikasi dua arah yang dapat mempermudah organisasi dalam membuat suatu keputusan agar dapat mewadahi keinginan publiknya.

2.2             Analisis Kasus
Dalam kasus Pramugari yang terjerat kasus narkoba tersebut, pihak Garuda Indonesia langsung akat bicara. Garuda Indonesia akan menyerahkan sepenuhnya proses pemeriksaan kepada pihak berwajib sekiranya ditemukan indikasi pegawai Garuda Indonesia yang terbukti menggunakan narkoba. Dalam hal ini pihak Garuda mencoba untuk memberikan pernyataan yang dapat menjaga hubungan baik antara Garuda Indonesia dengan publiknya. Kreps menjelaskan (dalam Kriyantono, 2014) bahwa pada hakekatnya interksi antar bagaian dalam organisasi baik internal maupun eksternal dilakukan untuk beradaptasi dengan lingkungannya dan keberhasilan dalam beradaptasi inilah yang akan menentukan pencapaian tujuan dari organisais.
Tidak hanya menyampaikan pernyataan sikap terhadap kasus narkoba yang menimpa pegawainya. Pihak Garuda Indonesia dilansir dari Sindonews juga menyampaikan keputusan memberikan sanksi tegas berupa pemutusan hubungan kerja kepada karyawan yang terbukti menggunakan narkoba, mengingat hal tersebut sudah masuk tataran pelanggaran hukum.
Analisis lain yang penulis temukan adalah, setelah kasus ini Garuda Indonesia melakukan kerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN), Lembaga Kesehatan Bandara dan Pihak Kepolisian, melaksanakan random check test narkoba yang dilaksanakan beberapa kali dalam setahun. Selain itu, pihak Garuda juga menyampaikan bahwa mereka memiliki sistem “Pre Flight Check” yang merupakan mekanisme pemeriksaan bagi setiap awak pesawat, sbeelum melakukan penerbangan untuk memastikan kondisi awak pesawat itu fit untuk melaksanakan operasional penerbangan.
Dari beberapa sikap Garuda Indonesia melalui penjelasan di atas, maka penulis menyimpulkan bahwa pihak Garuda telah menerapkan  Boundary Spanning, dimana setelah terjadi sebuah kasus pihaknya mencoba memberikan informasi terhadap kejadian tesebut sehingga tidak terjadi kesalahpahaman antara pihak Garuda dan Publiknya.

2.3             Rekomendasi
Dari kasus yang sudah dijelaskan tersebut, penulis menemukan bahwa pihak Garuda telah menjalankan Boundary Spanning tapi belum sepenuhnya. Dapat dilihat bahwa keputusan yang diberikan (baca: memberhentikan) diambil dari keputusan pihak Garuda Indonesia namun belum bisa dipastikan apakah hal tersebut juga dilandasi oleh pendapat publiknya. Dalam hal lain, Garuda Indonesia telah menujukkan itikad baik, tidak hanya memberikan pernyataan sikap, tapi juga membuat program random check test yang dirasa mampu mengurangi ketakutan atau pendapat buruk dari publik tehadap pegawai Garuda Indonesia.



Daftar Pustaka

Kriyantono. 2014. teori-teori public relations perspektif barat & lokal : aplikasi
         penelitian dan praktik. Jakarta: Kencana

Kertasari, Kis. 2018. Tersandung Narkoba, Pramugari Cantik Ini Dibekuk Polisi.
         Diambil dari Sindonews.com

Mustofa, Ali. 2018. Tertangkap Selingkuh & Narkoba Pramugari Cantik Garuda Pilih
         Mundur. Diambil dari Jawapos.com

Ruslan, R. .2010. Manajemen Public Relations dan media komunikasi: Konsepsi dan
         aplikasi. Jakarta: RajaGrafindo


1 komentar:

  1. Situs Judi Slot Deposit Pulsa 5000 - VIRGIN88
    Situs Judi Slot Deposit Pulsa 5000 is a live music video slot from VIRGIN88 that you can download directly to your download youtube video to mp3 phone, tablet or other device.

    BalasHapus