Peran Publisitas dalam Praktek Public Relations
Oleh: Aris Setia Rini
Ilmu Komunikasi
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Universitas Brawijaya
Public
relations menurut Grunig & Hunt adalah manajemen komunikasi antara
organisasi deengan publiknya[1]. Jika kita membahas mengenai public
relations maka tidak lepas pula dengan peranannya dalam menciptakan citra baik
bagi perusahaan. Menciptakan citra baik sebuah perusahaan tentunya memerlukan
sebuah media yang dapat menyebarkan informasi mengenai perusahaan tersebut
kepada publik. Maka praktisi public relations membutuhkan keterampilan dalam
publisitas demi menunjang penyebaran informasi tersebut dengan baik.
Publisitas
menurut Kriyantono adalah segala informasi atau tindakan yang membawa seorang
individu menjadi dikenal publik[2]. Dalam
artikel ini kita akan belajar mengenai publisitas dan peranannya dalam praktek
public relations. Dengan belajar mengenai publisitas seorang praktisi public
relations diharapkan dapat memberikan citra yang baik secara efektif kepada masyarakat.
Mengenal Publisitas
Sebagian
orang tidak dapat membedakan apa itu publikasi dan publisitas, kebanyakan dari
kita sering memaknaiknya sebagai hal yang sama. Walaupun publikasi dan
publisitas memiliki kesamaan yaitu sama-sama menyampaikan atau menyebarkan
informasi, namun keduanya memiliki perbedaan yang cukup significant. Kegiatan menyampaikan atau menyebarkan informasi
disebut publikasi. Sedangkan publisitas adalah publikasi yang menggunakan media
massa sebagai sarana penyebarannya. Publisitas adalah segala informasi atau
tindakan yang membawa seorang individu menjadi dikenal publik.
Publisitas
dan iklan sama-sama mempromosikan sesuatu, bedanya jika iklan dikenakan tarif,
publisitas adalah promosi yang bersifat gratis. Publisitas lebih dipercaya
daripada iklan dikarenakan yang menceritakan perusahaan bukanlah orang dari
perusahaan itu sendiri, melainkan media. Maka publik lebih menganggap bahwa
informasi dalam publisitas lebih bersifat jujur.
Setelah
membaca penjelasan di atas, maka publisitas memiliki kemampuan penyebaran
informasi yang efektif dan dapat digunakan oleh seorang praktisi public
relations. Sebelum menjelaskan lebih jauh mengenaik peranannya, maka sebaiknya
kita mengetahui terlebih dahulu fungsi dan juga ruang lingkup pekerjaan public
relations agar kita dapat mengaitkan peranan publisitas dalam public relations
secara tepat.
Fungsi Public Relations
Fungsi
dibuat agar seorang public relations mempunyai acuan yang harus dilakukan
sesuai dengan kedudukannya sebagai public relations. Kriyantono memaparkan
fungsi public relations secara garis besar dalam 3 point[3].
a.
Memelihara
komunikasi harmonis antara perusahaan dengan publiknya
b.
Melayani
kepentingan publik dengan baik
c.
Memelihara
perilaku dan moralitas perusahaan dengan baik
Ruang Lingkup Public Relations
Masih
merujuk pada buku Publik relations Writing, Kriyantono menjabarkan ruang
lingkup pekerjaan public relations yang dapat disingkat sebagai PENCILS[4],
yaitu :
a.
Publications
& Publicity, yaitu emengenalkan perusahaan kepada publik.
b.
Event,
mengorganisasi event atau kegiatan sebagai upaya membentuk citra.
c.
News,
menghasilkan produk-produk tulisan yang sifatnya menyebarkan informasi keepada
publik.
d.
Community
Involvement, public relations mesti membuat program-program yang ditujukan
untuk mneciptakan keterlibatan komunitas atau masyarakat sekitarnya.
e.
Identity-Media,
pekerjaan public reelations dalam membina hubungan media
f.
Lobbying,
public relations sering melakukan upaya persuasi dan negosiasi dengan berbagi
pihak
g.
Social
Investment, epekerjaan public relations untuk membuat program-program yang
bermanfaat bagi kepentingan dan kesejahteraan sosial.
Peran Publisitas dalam Praktek Public Relations
Publisitas
merupakan bagian yang penting dalam public relations, hal ini dikarenakan
publisitas bertujuan memberikan informasi dan meenciptakan minat pada seseorang
agar tertarik pada perusahaan melalui sebuah promosi terselubung atau Hidden Advertising melalui media,
seperti koran, televisi dan radio. Promosi seperti inilah yang dibutuhkan oleh
seorang public relations dalam menarik minat dan perhatian publiknya.
Berbagai
bentuk dan cara dalam publisitas sangat membantu seorang public relations,
antara lain[5]
1.
Press
release, dalam kegiatan ini public relations dapat mempromosikan perusahaannya
kepada media
2.
Press
Conference, public relations dapat mengundang wartawan untuk menyampaikan
informasi mengenai perusahaannya. Selain dapat menyampaikan informasi, kegiatan
ini juga dapat menjalin relasi antara public relations dengan wartawan
3.
Press
Tour, mengundang wartawan untuk berkeliling perusahaan, kegiatan ini juga dapat
menambah kedekatan antara perusahaan dan wartawan
4.
Press
Party, menjamu wartawan makan beresama
5.
Press
Receptions, mengadakan acara khusu pertemuan dengan wartawan
6.
Media
Gathering, mengumpulkan media dalam sebuah forum
Melalui
kegiatan-kegiatan di atas, maka tidak hanya perusahaan dan public relations
yang mendapatkan keuntungan, wartawan juga mendapatkan keuntungannya. Informasi
dari sebuah perusahaan dapat dikemas menarik dan dapat dijadikan bahan oleh
wartawan sebagai sebuah berita. Berita yang memuat informasi yang baik mengenai
perusahaan maka akan memberikan citra baik dan dampak positif pada perusahaan
tersebut. Disinilah sebenarnya peran publisitas dalam praktek public relations.
Menciptakan
citra baik melalui publisitas memberikan banyak keuntungan pada public
relations. Publisitas mengandung kredibilitas tinggi di mata publik, dewasa ini
publik lebih mempercayai berita yang di publish oleh media karena berita
dinilai adalah sebuah kebenaran. Selain itu publisitas adalah promosi yang
tidak memerlukan biaya.
Keuntungan
lain yang ditawarkan oleh publisitas adalah informasi mengenai perusahaan yang
disajikan akan lebih detail. Tidak hanya berisi informasi postif, dalam
publisitas juga dapat menampilkan informasi negatif dari sebuah perusahaan,
dalam kasus ini publisitas dapat menjelaskan mengenai cacat produk. Contoh
kasusnya adalah saat produk sebuah perusahaan dikabarkan berbahaya dan tidak
layak konsumsi. Maka setelah cacat produk tersebut tersebar kepada publik,
tugas Public relations adalah memperbaiki citra dan kepercayaan publik terhadap
perusahaan. Public relations dapat mengundang wartawan dalam press release dan
menjelaskan kenyataan yang sebenarnya, seelain itu public relations juga dapat
mengadakan acara press tour dan meengajak wartawan untuk ikut langsung pada
proses pembuatan produk tersebut.
Dengan
berbagai keuntungan tersebut, maka jelas bahwa publisitas memiliki peran yang
cukup besar dalam praktek public relations
Kesimpulan
Setelah mempelajari
penjelasan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa :
1.
Public relations adalah manajemen
komunikasi antara organisasi deengan publiknya.
2.
Publisitas adalah segala informasi atau
tindakan yang membawa seorang individu menjadi dikenal publik.
3.
Publisitas dan Iklan adalah hal yang
berbeda.
4.
Fungsi Public Relations adalah Memelihara komunikasi harmonis antara
perusahaan dengan publiknya, Melayani kepentingan publik dengan baik, Memelihara
perilaku dan moralitas perusahaan dengan baik.
5.
Ruang lingkup pekerjaan Public Relations adalah
Publications & Publicity, Events, News, Community Involvement, Identity
Media, Lobbying, Social Invesment.
6.
Terdapat berbagai cara Publisitas yang berperan dalam
public relations, yaitu : Press Release, Press Confeerence, Press Tours, Press
Paerty, Press Receptionist, Media Gathering
Daftar
Pustaka
Kriyantono, Rachmat. Public
Relations Writing: Teknik Produksi Media Public
Relations dan
Publisitas Korporat. Jakarta: Prenamedia Group. 2008
[1] James Grunig dan Todd Hunt dalam buku Managing Public Relations, New York,
Penerbit Holt, Rinehart dan Winston, 1984, hlm 6
[2] Rachmat Kriyantono dalam buku Public Relations Writing, Jakarta, Penerbit Prenadamedia Group,
2008, hlm 41
[3] Rachmat Kriyantono dalam buku Public Relations Writing, Jakarta, Penerbit Prenadamedia Group,
2008, hlm 21
[4] Rachmat Kriyantono dalam buku Public Relations Writing, Jakarta, Penerbit Prenadamedia Group,
2008, hlm 23
[5] Rachmat Kriyantono dalam buku Public Relations Writing, Jakarta, Penerbit Prenadamedia Group,
2008, hlm 28

Tidak ada komentar:
Posting Komentar